Senin, 20 April 2009

Ketidakakuran Petinggi Bangsa

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hai, Aa’ Sholeh come back coey! Kali ini, Aa’ mau nyemprot otak anda agar fresh again.

“Sudah hampir 64 tahun, Indonesia merdeka atau mandiri dan tumbuh tanpa asuhan bangsa lain. Tapi apakah sudah ada perubahan yang signifikan bagi kesejahtaraan rakyat?”

Indonesia adalah negara yang subur “gemah ripah loh jinawi”. Ini patut kita syukuri. Tapi, hanya bersyukur saja itu tidak cukup. Tapi apa donk? Sabar! Aa’ jelaskan dengan slow.....ya!!!
1. SDM (Sumber Daya Manusia) bukan Sholeh Dan M.Nur lho!!! SDM di Indonesia yang masih dibawah rata2 membuat kita semakin tertinggal dengan negara in the world. Aduh, kayak lagunya 5minutes yang “SKSJ (Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh)”. He....!
2. Mental orang Indonesia yang tidak seperti lilin, artinya tidak berani leleh demi sebuah penerangan. Eh, mental itu bukan ‘meteng tanpa lanangan’ lho...! Hwa....ha...ha...! I’m sorry ya. Budaya korupsi sudah ada sejak zaman Hindu-Budha dan sekarang pun semakin membabi buta. Ayo, KPK tegakkan keadilan!
3. Dll ~> yang ketiga ini bisa anda pikir sendiri n kalau bisa postkan komentar anda di bawah ini. Okey!

Pemimpin yang nggak harmonis
Uraian diatas merupakan sebagian kecil faktor yang mempersulit bangsa kita berkembang ke depan. Setuju nggak? Setuju donk. Kalo nggak setuju, ya kita tinggalkan saja.

Sssst....tahukah anda bahwa hal yang paling signifikan dalam pemerintahan adalah para pemimpin. Jika pemimpin itu bisa akur atau bersatu dengan pemimpin lain, insya Allah negara kita tidak terus morat-marit. Do you agree with me?

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita memang harus saling “kompak” antara atasan atau bawahan. Begitu juga antara presiden dan mantan presiden, para petinggi parpol dengan petinggi parpol lainnya, dll. Bila ini terus dibiarkan dan selamanya begitu, kapan suksesnya negara ini?? Manusia hidup di dunia ini memang tidak lepas dari dosa dan kedzaliman tapi mari kita minimalisirlah hal2 seperti itu. Walaupun kejahatan atau ketidakakuran sudah ada sejak zaman nabi Adam.

Menurut pengamatan dari mata telanjang saya, ketidakakurab para pemimpin sudah ada pada masa transisi orde lama dan orde baru. Dan itupun masih melekat pada para pemimpin/petinggi bangsa sampai sekarang. Kalu boleh Aa’ Sholeh dan MNS usul, mbok ya mereka2 itu saling kompak untuk mewujudkan Indonesia lebih baik dan tidak loyo gitu.!.!.!

Sebagai manusia yang peduli, saya mengajak para siswa di SMA N 1 Pati untuk selalu berpartisipasi dalam kehidupan Indonesia kelak. Jangan hanya melihat tapi harus berbuat. Karena kesuksesan atau kemunduran, sebagian ada di tangan kami, termasuk saya. He..he...!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

By: Aa' Sholeh

Saya Sarankan Anda Baca Juga



1 komentar:

Pencari Ilmu mengatakan...

Tahukah Antum, bahwa remaja yang menghabiskan masa mudanya hanya untuk mentaati ALLAH dan RASUL, maka dia dihari kiamat akan dinaungi ALLAH, yang pada waktu itu tidak ada naungan selain naungan ALLAH, dan ketika itu matahari didekatkan sejauh 1 mil, atau lebih dekat lagi, bukankah ini merupakan sebuah keistimewaan bagi remaja yang senantiasa perhatian terhadap ilmu syar'i???? Tahukah Antum??? Yang ku sampaikan ini adalah sebuah Hadits dari Nabi.

CAH IPA EMPAT © 2009 SMANSAPATI