Jumat, 13 Februari 2009

Keep Ur Sight, Friends !

Assalamualaikum…. Ikhwan n Akhwat yang senantiasa dicintai Allah…Kali ini nech, CIE mo mengupas about” Keep Ur Sight, Friend!”. Pastinya dah pada tahu kan maksudnya apa? Hm lum tahu?!? Buka za tuch kamus bahasa Inggris kamu. Hah? masih ga teu juga? Waduh parah nech,,
Keep Ur Sight ne maksudnya Menjaga Pandangan Antum gityu (sekarang dah tau kan ^-^). Eitz, tunggu dulu, ne tu ga a hubungannya ma lagu Menjaga Hati-nya Yovie n The Nuno but, nanging, tapi mengenai
“Jagalah hati… jangan kau kotori
Jagalah hati… Lentera hidup ini…”(Snada)

So, penasaran nech? yukz.. kita langsung kupas satu per satu ajach… Ocre…

Menjaga Pandangan Vs Masa Remaja
Masa Remaja yang kita jalani ne, mo g mau n kadang tanpa Qt sadari dah banyak mengubah hal2 dalam diri Qt ini baik secara fisik, psikoseksualitas, n emosionalitas. Secara fisik misalnya tumbuhnya rambut-rambut di tempat2 tertentu, n banyak hal lainnya. Mow teu lebih detilnya, baca tuch buku2 mengenai perkembangan fisik remaja, bakalan dijelasin sejelas2nya dech!
Entah antum sadari atwa g, berfungsinya kelenjar-kelenjar seksual juga menyebabkan remaja mulai bertingkah laku aneh. Jadi mulai seneng ngelamun, di depan kaca berjam-jam mpe kacanya bosan banget ngeliat wajah kita, berdandan abiz2an, mulai mengenal mode bahkan menjadi salah satu fans fanatiknya.. wow… dan yang sudah g asing lagi yaitu mulai suka lawan jenis. Hal2 ne termasuk perubahan secara psikoseksualitas. Sementara itu, perkembangan emosionalitas yang belum matang, bikin kita sering ga mampu menguasai emosi diri sendiri. So, sikap reaktif inilah yang paling menonjol pada diri kita.
Salah satu tips yang bisa kita lakuin agar bisa melewati masa remaja yang ‘sulit’ n ‘bahaya’ ne, yaitu dengan menjaga pandangan alias menundukkan pandangan. Ingat lho, Menundukkan pandangan bukan menundukkan kepala. Coz menundukkan kepala tidak selalu menundukkan pandangan. Kok gitu? Ya dunk, bukankah klo menundukkan kepala kita masih bisa ngelirik kanan kiri?? Masih bisa melihat hal2 yg hm.. Yupz pokoknya jangan mpe salah persepsi y!

Kok Mesti Menahan Pandangan sich?
Yach, kenapa mesti nahan pandangan? Coz pandangan mata merupakan sarana yang paling awal terjadinya kemaksiatan. Betul ga? Yaiyalah betul, banyak perbuatan cina eh zina maksudnya, tu dimulai dari pandangan mata. Tapi inget, pengharaman pandangan mata tu Cuma merupakan pengharaman sarana. It means pandangan mata diperbolehkan untuk kemaslahatan yang pasti dan diharamkan jika dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan serta tidak mendatangkan kemaslahatan yang jelas di samping kerusakan itu sendiri, pren.
Diriwayatkan dalam musnad Ahmad bin Hanbal bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Pandangan mata itu (laksana) anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah memberikan kelezatan di dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari dia bertemu dengan-Nya.”
Nach, Rasulullah saja mpe bilang gityu. Kalo qt g pinter2 menjaga pandangan, timbullah kemaksiatan yang kita sendiri za susah buat ngeremnya. Apalagi xlo remnya dah Blong alias tidak pernah mendekatkan diri kepada Allah SWT. So, g usah dech sekali-kali liat film2 yg kyak gituan, ngintip film parno eh porno atw film2 yg lo2s sensor gitu za coz lembaga sensornya lagi ngantuk berat waktu proses pesensoran, hehehe…
Simak nech Firman Allah dalam surat An-Nur: 30-31,
“Katakanlah kepada orang laki-laki beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnyaAllah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’. Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya’.”
Truz gimana dunk, klo qta mandangnya g sengaja? Hm pertanyaan yang bagus banget. Ada sebuah sabda Rasulullah saw ketika ditanya oleh sahabat Jarir bin Abdullah ra, “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan yang tidak disengaja. Lalu beliau memerintahkan agar saya mengalihkan pandanganku.”
Maksud dari hadist di atas yaitu, ketika kita memandang “sesuatu” tidak sengaja selagi pandangan itu belum merasuk ke dalam hati, hendaklah memalingkan pandangan dan jangan mengulang pandangan. Nah yang demikian itu tidaklah berdosa. Tapi klo Qt memandang satu kali tapi luamaa banget, itu mah sama aja bo’ong dunk! Memandang lama2 sama artinya dengan mengulang pandangan.

Menjaga Pandangan, What for?
+ Bikin Hati jadi jernih
Sesuatu yang paling berbahaya bagi hati adalah mengumbar pandangan, karena dia akan melihat apapun yang dicarinya dan tidak bersabar. Pandangan akan menyusup ke dalam hati seperti anak panah meluncur at dibidikkan. Jika tidak membunuh, tentu anak panah itu akan menimbulkan luka.


+ Wajah jadi ceria
Cahaya dan keceriaan yang datang karena menahan mata ini bisa terlihat di mata, wajah, dan seluruh tubuh. Orang yang senang mengumbar pandangan akan mengisi harinya dengan lamunan. Wah klo dah gini paling cocok klo duduk merenung sendirian. Asyiik beneeer deh…
+ Kekuatan Firasat
Firasat adalah cahaya dan buah dari cahaya. Kekuatan firasat itu diantaranya adalah kemampuan membaca pikiran orang lain, mampu merasakan sesuatu yang bakal terjadi, dan hatinya sangat lembut.
Seseorang yang mampu menahan pandangan matanya dari hal2 yg diharamkan karena Allah, maka Dia akan menggantikannya dengan pancaran cahaya matanya. Pancaran cahaya itulah yang membuat seorang mukmin memiliki firasat yang kuat. Yupz, ne bukanlah wahyu, tapi firasat seorang mukmin yang selalu menjaga kesucian diri, kejernihan bashirah, kebeningan mata hati, dan kepekaan terhadap maksiat.
+ Bakalan CLINK alias ga Tulalit
Antum dah teu lum resep buat mengungkap hakekat2 ilmu? Yaw salah satunya ya.. itu tuch, lagi2 hati yang bersih dan bersinar terang. Kok bisa?!? Coz ilmu itu adalah cahaya. Dia hanya akan melekat pada hati yang bercahaya, bukan hati yang kelam.
Ne ada cerita menarik tentang Imam Syafi’i. Hm capa ce yang g kenal dengan sosok yang satu ini? Suatu ketika ne, Imam Syafi’i gundah gulana, karena banyak dari hafalannya hilang. Kemudian beliau menanyakan hal ini kepada gurunya, Imam Waqi’. Yach istilahnya curhat gityu dech. “Kenapa akhir2 ini hafalan saya banyak yang hilang, Guru?”, tanya Imam Syafi’i. Sang Guru pun menjawab,” Cobalah kamu ingat-ingat, dosa apa yang telah kamu perbuat?”
Setelah beberapa jam berfikir, Imam Syafi’i pun teringat, bahwa pada suatu hari beliau secara tidak sengaja melihat betis perempuan karena kainnya tertiup angin.
Bayangkan! Seorang Imam Syafi’i saja, hanya karena hal seperti itu bisa lupa beberapa hafalaannya. Apalagi kita yang ga da apa2nya jika dibandingkan beliau ini, mengumbar pandangan Qta untuk hal2 yang… hm…yach kayak gitu dech…(dah ngerti dunk maksudnya)

Nach cekarang dah pada ngerti dunk keampuhan menjaga pandangan. Moga za, ne bisa jadi referensi dalam hidup kita. So. Let’s keep or sight, Friends! Wassalamualaikum

From: “Diary Remaja Sholih"


Saya Sarankan Anda Baca Juga



2 komentar:

Anonim mengatakan...

Cip.,that's good articel,i lke it.,
Ank2 laen jg pd bt artkel dnk,br rme blog kt.

Anonim mengatakan...

kereeen cOy....!!!

CAH IPA EMPAT © 2009 SMANSAPATI